Minggu, 03 Januari 2016

ketika kamu berbeda

Mungkin, kamu tidak akan membaca tulisan ini.
Tapi aku akan selalu menulis tentangmu, meskipun aku tau.. 
Kamu tidak akan pernah tau betapa tersiksanya hari-hariku tanpa kabar darimu.
kamu tidak akan pernah mengerti betapa dadaku sesak setiap kali memikirkanmu.

Hari ini aku masih menanti pertemuan kita yang akan terjadi beberpa hari lagi.
Sungguh aku tidak pernah berharap lebih.
Seandainya kita bertemupun, aku hanya ingin menatap sinar matamu.
Mata yang entah mengapa selalu membuatku percaya masih ada cinta disana.

Kepergianmu yang tiba-tiba adalah kiamat kecil bagiku.
Taukah kamu bagaimana rasanya menjadi seorang perempuan yang setiap hari menatap ponselnya hanya untuk menunggu chat-mu?
Taukah kamu bagaimana rasanya menjadi seseorang yang diam-diam memperhatikan sosial media-mu? hanya untuk mengobati apa itu perihnya rindu.
Taukah kamu rasanya hanya bisa berprasangka, mengira dan menerka bagaimana perasaanmu selama 4 bulan ini?
bukan. 
Perasaanmu setelah perdebatan besar kita kemarin?
Perdebatan yang akhirnya menyisakan tangisku
Taukah kamu begitu tersiksanya hidup menjadi orang yang selalu bertanya kesana kemari hanya untuk mencari kamu?
Sementara kamu melenggang seenaknya seakan tak terjadi apa-apa.
Taukah kamu perihnya menahan diri untuk tidak menghubungi lebih dulu?
Taukah kamu lelahnya menjadi orang yang selalu berharap kamu akan kembali?
"dia pasti chat kok.. mungkin satu hari lagi.. mungkin dua hari lagi.. mungkin tiga hari lagi.. mungkin besok.. mungkin lusa.. atau mungkin dia sibuk jadi susah kasih kabar.." aku selalu berusaha berfikir positif dan aku masih tetap menunggu kamu kembali.
taukah kamu betapa tersiksanya aku ketika kamu tak memberi kabar, ketika tak ada percakapan diantara kita?
dan ketika kamu hanya bisa melihat tanpa menjawab,
kamu hanya bisa terdiam ketika aku bertanya, 
kamu hanya berusaha menghilang sedang aku berusaha mencari.
dan terakhir ketika kamu menghempaskanku ke dasar ketika kita sedang asyik-asyiknya terbang.
Katakan padaku bahwa aku terlalu berlebihan.
Katakan padaku bahwa aku hanya larut dalam sedihku.
Katakan padaku bahwa aku terlalu berdrama.


Aku tidak peduli apa kata orang.
mereka tidak pernah paham betapa dalamnya perasaanku, seperti kamu yang tidak pernah mengerti betapa aku mencintaimu.
mungkin kamu bertanya mengapa aku bisa dengan mudah jatuh cinta padamu?
kalau aku bercerita, 
mungkin ceritaku akan menjadi buku. 
Dengarlah, duduklah, dan tataplah mataku.. 
lihat, 
aku sudah memperhatikanmu sebelum kita sempat berkenalan bahkan sebelum insiden kamu salah memberi pertanyaan dan ditertawakan satu kelasmu termasuk aku, 
sebelum insiden aku banyak bertanya dirumah Tuhan itu
atau ketika temanmu memanggilku dan kamu terlihat begitu salah tingkah,
dan masih banyak kejadian menarik sebelum kita sama-sama mengenal, sebelum kita sedekat ini.
Aku sudah menjadi pemuja rahasiamu, sayang.
Bahkan sebelum kita sama-sama saling menyapa.
Aku sudah mencintaimu jauh-jauh hari, meskipun aku tidak pernah tau siapa kamu.. berapa banyak mantanmu, berapa banyak gebetanmu, siapa pacarmu, dimana kamu tinggal, kamu suka makanan apa dan selebihnya itu tidak penting.
Aku hanya mencintaimu.. mencintaimu.. mencintaimu.. dan lagi-lagi mencintaimu..
akan terus begitu. 
Meski sekali lagi, kamu tidak akan pernah tau.

Aku masih menanti suatu hari kamu kembali dan memperlakukanku sehangat kemarin.
Dan kita tertawa, bercanda, berdebat, bergila, dan sama-sama memeluk.


aku masih tetap menanti, sebab aku yakin kamu kembali.

Jumat, 11 Desember 2015

Sedikit Pintaku, Tuhan

Selamat pagi atau siang dan selamat malam Tuhan..
Aku tak tau disurga sedang musim apa,
mungkin penghujan, kemarau, musim dingin bahkan mungkin sedang turun salju?
pasti indah. 
mmm, sebelumnya Tuhan bagiamana kabar mamaku disana? Tuhan menemaninya bukan? aku harap begitu :') 

Tuhan saat ini aku ingin berbincang kepadaMu..

Tuhan, aku tau..
Kau tak pernah sibuk seperti orang-orang di dunia ini..
Kau selalu sempat mendengar isi hatiku meski tak sesegera mungkin kau pukpuk dibahuku..
Aku tak perlu curiga padaMu bukan? apa kau mendengar atau mengabaikan isi hatiku karena sejatinya kau mendengarkan itu..
Aku percaya telingaMu sealu ada untuk orang-orang yang percaya padaMu.
Aku yakin pelukkan mu selalu terbuka bagi siapapun yang telah lelah di dalam dunia yang mampu membuatnya memendam rasa sakit.

Tuhan..
Seperti biasa aku ingin bercerita tentang dia.
Dia yang aku sayang.
Dia yang mampu menyatukan keping hati yang dulu pernah hancur berantakan, 
tapi mungkin sekarang akan hancur berantakan juga.

Tuhan jika kau punya mesin waktu, seperti pintaku biasanya, bisa Kau pinjamkan ku sebentar saja?
aku hanya ingin mengehentikan waktu sebentar saja dimana aku bisa selalu menatapnya, memeluknya, berada bersamanya dan waktu didetikmana dia slalu jatuh hati kepadaku..
Akuselalu ingin dia bahagia meski karenaku dan tanpaku.
Jujur ini sakit Tuhan, 
Sakit untuk tau dia akan pergi dariku..
dan yang lebih menyakitkannnya lagi, pergi karenaku..
karena satu keputusan bodohku yang terlalu banyak menghargai perasaan oranglain ketimbang rasaku dan rasanya.
Aku tau ini salah Tuhan, tapi tolong jaga dia untukku Tuhan..
Jangan kau izinkan dia terpuruk sendiri dikarenakanku..
Biarkan aku saja yang merasakan keterpurukan dan kesedihan itu..
Biar dia bahagia bersama kehidupan lamanya..
Biarkan saja aku yang berkorban Tuhan jangan dia..
Aku tak sanggup Tuhan melihatnya slalu berkorban karenaku.

Tuhan tolong sampaikan pesanku untuknya, aku tau ini memang tak tahu diri sudah meminta dan aku malah menyuruh Tuhan..
Maaf Tuhan ..
Tapi tolong sampaikan pesan ini untuknya 
"hey tuan,
tolong jangan tanya mengapa aku lari karena aku takan menjawabnya sekarang.
tolong jaga diri ketika aku lari.
tak usah mencari karna ku pastikan kembali. 
tuan aku selalu rindu kamu."
Terimakasih Tuhan sekali lagi tolong jaga dia untukku Tuhan.


Selasa, 13 Oktober 2015

Punya alasan

semakin dewasa semakin mengerti arti hidup.
Semakin dewasa, semakin memasuki jenjang-jenjang kehidupan baru.

Semakin dewasa, semakin banyak mengenal orang, semakin tahu mana yang baik dan tidak, semakin tahu pribadi mereka-mereka.
Saya benci pada mereka-mereka yang lebih memekakkan telinga dari pada melihat nyata. Saya benci pada mereka-mereka yang sibuk berkoar-koar bicara tapi tidak tahu apinya bisa membakar yang lainnya. Saya benci pada mereka yang terlalu sibuk memikirkan orang lain.Saya bukan orang yang senang berfikiran negatif. Saya selalu berusaha melihat segala sesuatu dari sisi positifnya.
Alasan di setiap tindak tanduk yang mereka buat.
Apakah berdampak baik atau buruk, berdampak makian atau pujian,
tapi saya yakin mereka punya alasan. 
Tapi terkadang alasan itu yang tidak pernah orang-orang (MAU) tahu. 
Mereka hanya bergosip tanpa berfikir untuk apa otak, hati, mata, telinga dan mulut diciptakan.
Toh jika itu buruk hasilnya, masalahkah untuk kalian? tidak kan? Biar itu menjadi masalah mereka masing-masing.
Setiap apa yang saya dengar dan saya lihat, saya tidak mau ambil pusing.
Saya bebaskan mereka berpidato masing-masing, dan saya hanya mendengarkan. Kecuali jika sudah menyangkut pautkan orang-orang yang saya sayangi, saya mungkin akan sebrutal menutup mulut mereka. 
Saya tidak merasa saya orang tua mereka, saya tidak merasa dimintai uang oleh mereka. 
Saya tidak mau banyak peduli dengan mereka.
Biarpun kita hidup beradaptasi dan memasyarakat, tapi itu bukan kunci utama untuk kita bisa ikut campur atau menjelek-jelekan orang lain. Mereka juga punya HAK hidup, hak untuk memilih hidupnya, dan yang pasti buatku, mereka PASTI PUNYA ALASAN.lebih baik urusin hidup kita. 
Kita hidup cuma sekali. 
Tidak seharusnya juga mencampuri orang lain, hidup kita juga belum tentu sebaik mereka. 
Tersenyumlah kepada mereka yang masih belum memahami itu :)

Menurut saya, setiap orang punya alasan. 

Jumat, 01 Agustus 2014

"cinta butuh waktu agar terasa.." katamu kala itu

senyumannya adalah bagian utama yang ku hafal. setiap pagi aku menikmati senyumnya di depan serambi kelasku yang dulu pernah ku tempati. senyumnya begitu khas, aneh, juga berbeda.
senyumnya seperti pasokan energi yang selalu mampu membuatku meningatnya.
tapi berbeda dengan saat ini, dia yang begitu ku damba pergi begitu saja dari pandanganku.
hilang membawa lari hati juga perasaanku. terlalu cepat ia bersembunyi dan menempatkan diri pada hati lainnya.
"Tuan, mengapa begitu cepat? bahkan luka ini pun belum sembuh"

surat yang ntah ke-berapa. tulisan bodoh dari wanita tolol yang tak pernah kau gubris sedikitpun..
tulisan yang tak pernah kau lihat, baca apa lagi kau pahami ini tlah sering dia tulis. meski setiap mengingatmu hatinya teriris.

aku ingin bercerita tentang wanita itu, dia yang sedang belajar sibuk mencari hal-hal yang mampu membuatnya melupakanmu dengan cepat.
wanita itu tentu kau mengenalnya. karena dulu kau sempat berada dalam keadaan baik-baik saja dengannya, sebelum akhirnya kau membuatnya terluka begitu dalam.

tapi, sekarang wanita itu sudah bukanlah wanita yang selalu terpuruk lagi.

apa kau tau betapa susahnya wanita itu melupakanmu, Tuan?
wanita itu begitu berusaha melepaskan hati ketika kau memilih pergi, Tuan.
wanita itu susah payah mencari teman curhat, mencari teman yang senasib dengannya.
mendapatkan sosok-sosok baru.
hingga pada akhirnya dia tau bagaimana kamu.
namun, kerika dia tau semua kebohonganmu, dia sama sekali tak membencimu.
dalam sakitnya dia selalu menyempatkan hadir menemui Tuhan-nya, mengadu dengan buliran air mata dan bibir yang diam membeku.
"Tuan, Mengapa menerimamu begitu mudah untukku? mengapa melepaskanmu begitu sulit untukku?" tanyanya berulang kali yang tak pernah mendapat jawaban pasti dari Tuan yang di kaguminya.
ya, sedari tadi Tuan itu kamu..

wanita itu tau kamu sekarang jauh lebih bahagia..
kamu bukan lagi mentari yang mampu menghangatkannya, bukan juga bintang yang menerangi malamnya, atau pelangi yang mampu memberi warna untuknya..
kamu sekarang itu awan abu-abu berteman bersama sang kilap yang mampu menakutinya. lalu membuatnya menampung air di kelopak matanya, menderaskan butiran air di pipinya yang mengalir selalu untukmu..
dia punya rindu di dadanya.
dia punya rsa hampa karna kekosongan yang dia lewati tanpa kau disisinya.
dia masih tetap rindu bercakap basa-basi atau terlibat dalam obrolan seru bersamamu, Tuan..
meski selalu diartikan olehmu hanya obrolan singkat yang biasa saja.
tapi apa kau juga tau? baginya walau hanya percakapan singka segala hal-hal tentangmu terlihat begitu besar dmatanya..
dengan bekas luka di dadanya dia sadar ada yang jauh harus diperjuangkan selain rasa rindunya .
kamu yang terus saja berubah menjadi semkin berbeda semakin jauh dari yang dia kenal telah begitu menyakiti hatinya.
bekas luka yang belum benar-benar sembuh, dia tetap berusaha melupakanmu.
berjalan tegar dengan kekuatan yang dia punya.
berusaha begitu kuat bahkan lebih kuat dari yang biasa ia tunjukan kepadamu.
dia yakin waktu untuk saat itu akan segera datang.
dia percaya bahwa kelak dia akan terbahak menertawakan lukanya dan kamu justru yang berbalik menangisinya.
"Tuan, waktu itu akan segera datang, percayalah kamu akan mengetahui sakitku ini Tuan :)"

Jumat, 14 Maret 2014

suratnya untuknya kala itu.



waktu berlalu begitu cept, bukan?

tak terasa beberapa waktu lagi kita tak akan bisa bertemu lagi di sini karena perbedaan tempat. kau disana dan aku disini. 

Tulisan ini mungkin tak akan pernah kau baca. Dan, memang tujuanku bukan untuk memamerkannya padamu tentang semua yang kurasakan. Aku hanya ingin membuat suatu perhentian waktu. Beberapa tahun lagi di saat aku dewasa, dan melihat tulisan ini, aku akan kembali ke waktu disaat aku membuatnya. Dengan begitu aku bisa tetap mengingatmu.

Tidak pernah berpikir sedikitpun dapat sejauh ini mengenalmu. Saat pertama kali kau menemukanku, mencariku bahkan saat pertama kali kita membuat komitmen untuk lebih dari sekedar pertemanan atau persahabatan. Dan, tidak berapa lama kemudian berakhir. Itu ternyata bukan untuk pertama kalinya. Beberapa kali telah kita coba, bersama-sama berjanji untuk dapat mempunyai rasa, menjaga hubungan, tetapi akhirnya menyerah juga.

Sebenarnya apa yang salah dengan kita? Atau, mungkin salah dari mereka? Kita sudah bersama-sama menyingkirkan semua kesalahan dan memperbaikinya, tetapi tetap saja berakhir. Mengapa? Ini seperti lengkingan besar yang menghalangiku jika mengingatmu, tetapi lengkingan ini tetap berakhir dengan lengkingan-lengkingan yang tak mampu untuk kujawab. Semoga di akhir tulisan ini aku mampu mendapat jawabannya.

                Kau aneh, cuek, misterius,  dan sedikit menyebalkan.

                Sangat sulit untuk mengertimu. Tapi mereka bilang, aku terlalu mengenalmu. Kau selalu melakukan hal-hal yang tidak dapat kupikirkan. Di saat kau memberitahu alasan dibalik apa yang kau lakukan aku tak pernah mampu untuk menyalahkannya. Karena kau selalu mempunyai tujuan baik di balik semuanya itu, tetapi terkadang caramu yang membuat itu menjadi salah. Cara untuk menjagaku agar tidak merasakan sakit dikemudian hari. Saat kau bilang, bahwa kau merasa tidak pantas menerima perasaan yang aku berikan kepadamu atau bahkan tak pantas untuk bersama-sama dengan perasaanku dan banyak orang yang beranggapan seperti itu, tapi kau malah memilih untuk menghadapinya sendiri.

                Tidakkah kau tau, bahwa akhirnya aku merasakan sakit lebih dari yang kau coba cegah?

                Aku pernah berfikir bahwa kau itu seperti badut. Sahabat dan teman-temanmu mengenalmu sebagai seorang yang asik , bisa mencairkan suasana, selalu mencoba untuk menghibur orang-orang di sekelilingmu. Kau tak pernah terlihat memiliki masalah yang fatal, seperi akan pergi atau lebih parah dari itu. Mungkin kau menjadi sedikit pendiam kalau kau sedang mengantuk, bertemu pelajaran yang kau benci atau mood sedang hilang, selebihnya kau tidak akan bisa diam.
               Sama seperti badut, dia akan selalu terlihat ceria, memperlihatkan senyum dan tawanya, tanpa kita pernah tau dimana titik kejenuhan sang badut, suasana hati apa yang sebenarnya ia sedang rasakan? Seperti kau yang selalu mencoba untuk tidak pernah membagi kesedihan kepada orang lain. Itu salah satu yang spesial darimu.

                Selain itu, kau bisa mengahargai dan melindungi wanita. Itu yang mampu membuatku menyukaimu.
                Kau mengajariku banyak hal. Bukan hanya sebagai orang yang pernah menjadi orang disisimu, tetapi juga sebagai sahabat dan teman leluconku bahkan sekali waktu kau bisa menjadi kakak atau bahkan orang tuaku. Mungkin jika kau melihat ini kau menyangka aku berlebihan menilaimu, atau mataku dibutakan oleh rasa seperti orang-orang yang sering bilang.
                Tidak.   

                Aku hanya mencoba untuk tidak selalu mengingat kesalahanmu, kesalahanku, kesalahan kita, bahkan kesalahan mereka. Kesalahanmu yang begitu cepat untuk pergi, kesalahanku yang membiarkanmu pergi, kesalah kita yang menyembunyikan perasaan yang kita punya. Kesalahan mereka yang menyalahkan kesalahan kita.

                Satu hal yang tidak akan pernah aku lupa darimu setelah kau pergi adalah tentang matahari. Secara tak langsung kau mengenalkan aku dengannya. Membuat aku bersahabat dan sangat menyukainya. Matahari tak pernah lelah menyinari bumi dari angkasa sana, cahaya yang selalu menyapaku dipagi hari.

                Matahari memberikan sinarnya untuk semua orang. Ia tak pernah memilih untuk siapa ia bersinar. Ia bersinar untuk siapa saja yang melihatnya dan juga tetap bersinar untuk siapa saja yang tidak melihatnya. Walaupun langit gelap karena hujan dan matahari tak menampakan dirinya tetapi sesungguhnya ia tetap berada disana, di tempatnya. Aku benar-benar menyukai matahari. Sayangnya, alasan utamanya bukan karena kau. Untukku, matahari itu seperti keyakinan dan kekuatan bahwa segalanya akan jadi mungkin kalau kita yakin dan juga berusaha.

                Apa kau kecewa? Ku harap tidak.

                 Kau aneh, kau berbeda dan kau tidak pernah mengumbar kata setia kecuali saat pertengkaran awal kita. Tapi kau menyimpan perasaan mu kemarin, dan semoga sampai saat ini. ku berharap akan dongeng putri tidur yang dijemput pangerannya mwehehehe, tapi aku yakin kau tidak ingin membiarkan itu terjadi kepadaku. Kau sedikit jahat bukan?

                Mungkin benar kata mereka aku mengenal dirimu. Tapi menurutku, ini bukan pengenalan yang berlebih ini itu seperti penilaian selama aku didekatmu.. bukan, bukan.. ini seperti penilaian setelah aku mulai menyukaimu sampai saat ini penilaian itu tetap berlaku. Dan apa yang sudah kau lakukan selama kita bersama, yang mungkin keliahatannya begitu menyakitkan untukku,tetapi aku yakin kau tidak pernah punya tujuan untuk itu. Ya bukan? mungkin kau hanya berpikir, semoga pilihan yang kau pilih itu yang terbaik untuk semuanya, bukan untuk kepentingan kamu atau aku saja.

                Aku tau sekarang.        

                Aku tidak perlu lagi bersusah payah untuk mencari jawaban mengapa kita akhirnya selalu gagal untuk bertahan lebih dari dua kali untuk mencoba lagi.

                Aku tidak perlu merasa kau tak adil terhadapku, selalu terlihat menyakiti dan mengorbankan perasaanku. Aku juga tidak perlu menyalahkanmu yang tidak mau peduli dan melihat seberapa lama aku mencoba untuk tetap bertahan. Kalau aku selalu bertanya mengapa, mengapa dan mengapa, aku akan selalu mencari kesalahan-kesalahan dan tidak menerima keadaan yang ada.
                Aku memiliki rasa ini bukan atas dasar “karena” tetapi “walaupun”. Aku bersyukur karena aku bisa mengenalmu, dengan satu paket kelebihan dan kekuranganmu. 
Aku menyayangimu apa adanya.
                Jadi apa yang aku rasakan sekarang sama sekali bukan kesalahanmu. 
Tapi itu pilihanku.
               Dan, satu hal lagi, bahwa ini kisah yang ingin aku simpan agar aku mengingatmu.

Selasa, 12 November 2013

warna rindu


Terlalu banyak warna untukmu, tapi aku hanya menyiapkan 5 warna untukmu..

Warna rindu
  
“Apa dasar warna rindu itu?” ucap si penanya.
  
“ ntah aku tak tau, yang aku tau hanya dasar warna pelangi yaitu biru langit yang selalu mengingatkanku tentang dia, apakah itu rindu?   

lalu yang aku tau di dalam pelangi itu terselip warna kuning yang lagi-lagi selalu membantuku mengingat rindu tentangnya.. karna kuning itu ibarat mentari yang selalu mengetuk jendela kamarku setiap pagi tak henti dengan sinarnya yang menyilaukan dan lagi-lagi aku merindukanya..

 bukan hanya itu saja warna yang selalu membuat ku merindukannya.
Ada hijau ibarat daun muda yang masih tergantung di atas pohon, yang tak pernah lelah mencatat  kisah tentang aku dan dia tahun itu.

 Ada orens, ia ibarat sore hari ketika matahari tenggelam. sore itu awal dari malam ketika setiap malam tahun lalu dia selalu menemaniku tapi sekarang dia pergi entah kemana.
Dan yang terakhir ungu, ini aneh karena warna ungu yang ku pilih ini hanya sekedar ‘kata orang’ iya.. orang-orang bilang ungu itu warna rindu.” Jawabku menjelaskan 

“apakah itu warna rindumu?” tanyanya 

“ya, itu warna rindu yang ku persiapkan untuknya” jawabku 

“lalu apa dasar dari warna rindumu itu?” tanyanya lagi 

“dasar? Aku tak tau dasar dari warna rinduku itu apa, tapi yang pasti dasar yang kupilih bukanlah warna tapi dia yang selalu ku rindu.”

 kemudian keheningan menyelimuti aku dan si penanya itu, mungkin ia lelah dengan jawabanku..