Mungkin, kamu tidak akan membaca tulisan ini.
Tapi aku akan selalu menulis tentangmu, meskipun aku tau..
Kamu tidak akan pernah tau betapa tersiksanya hari-hariku tanpa kabar darimu.
kamu tidak akan pernah mengerti betapa dadaku sesak setiap kali memikirkanmu.
Hari ini aku masih menanti pertemuan kita yang akan terjadi beberpa hari lagi.
Sungguh aku tidak pernah berharap lebih.
Seandainya kita bertemupun, aku hanya ingin menatap sinar matamu.
Mata yang entah mengapa selalu membuatku percaya masih ada cinta disana.
Kepergianmu yang tiba-tiba adalah kiamat kecil bagiku.
Taukah kamu bagaimana rasanya menjadi seorang perempuan yang setiap hari menatap ponselnya hanya untuk menunggu chat-mu?
Taukah kamu bagaimana rasanya menjadi seseorang yang diam-diam memperhatikan sosial media-mu? hanya untuk mengobati apa itu perihnya rindu.
Taukah kamu rasanya hanya bisa berprasangka, mengira dan menerka bagaimana perasaanmu selama 4 bulan ini?
bukan.
Perasaanmu setelah perdebatan besar kita kemarin?
Perdebatan yang akhirnya menyisakan tangisku
Taukah kamu begitu tersiksanya hidup menjadi orang yang selalu bertanya kesana kemari hanya untuk mencari kamu?
Sementara kamu melenggang seenaknya seakan tak terjadi apa-apa.
Taukah kamu perihnya menahan diri untuk tidak menghubungi lebih dulu?
Taukah kamu lelahnya menjadi orang yang selalu berharap kamu akan kembali?
"dia pasti chat kok.. mungkin satu hari lagi.. mungkin dua hari lagi.. mungkin tiga hari lagi.. mungkin besok.. mungkin lusa.. atau mungkin dia sibuk jadi susah kasih kabar.." aku selalu berusaha berfikir positif dan aku masih tetap menunggu kamu kembali.
taukah kamu betapa tersiksanya aku ketika kamu tak memberi kabar, ketika tak ada percakapan diantara kita?
dan ketika kamu hanya bisa melihat tanpa menjawab,
kamu hanya bisa terdiam ketika aku bertanya,
kamu hanya berusaha menghilang sedang aku berusaha mencari.
dan terakhir ketika kamu menghempaskanku ke dasar ketika kita sedang asyik-asyiknya terbang.
Katakan padaku bahwa aku terlalu berlebihan.
Katakan padaku bahwa aku hanya larut dalam sedihku.
Katakan padaku bahwa aku terlalu berdrama.
Aku tidak peduli apa kata orang.
mereka tidak pernah paham betapa dalamnya perasaanku, seperti kamu yang tidak pernah mengerti betapa aku mencintaimu.
mungkin kamu bertanya mengapa aku bisa dengan mudah jatuh cinta padamu?
kalau aku bercerita,
mungkin ceritaku akan menjadi buku.
Dengarlah, duduklah, dan tataplah mataku..
lihat,
aku sudah memperhatikanmu sebelum kita sempat berkenalan bahkan sebelum insiden kamu salah memberi pertanyaan dan ditertawakan satu kelasmu termasuk aku,
sebelum insiden aku banyak bertanya dirumah Tuhan itu
atau ketika temanmu memanggilku dan kamu terlihat begitu salah tingkah,
dan masih banyak kejadian menarik sebelum kita sama-sama mengenal, sebelum kita sedekat ini.
Aku sudah menjadi pemuja rahasiamu, sayang.
Bahkan sebelum kita sama-sama saling menyapa.
Aku sudah mencintaimu jauh-jauh hari, meskipun aku tidak pernah tau siapa kamu.. berapa banyak mantanmu, berapa banyak gebetanmu, siapa pacarmu, dimana kamu tinggal, kamu suka makanan apa dan selebihnya itu tidak penting.
Aku hanya mencintaimu.. mencintaimu.. mencintaimu.. dan lagi-lagi mencintaimu..
akan terus begitu.
Meski sekali lagi, kamu tidak akan pernah tau.
Aku masih menanti suatu hari kamu kembali dan memperlakukanku sehangat kemarin.
Dan kita tertawa, bercanda, berdebat, bergila, dan sama-sama memeluk.
aku masih tetap menanti, sebab aku yakin kamu kembali.
