Selasa, 13 Oktober 2015

Punya alasan

semakin dewasa semakin mengerti arti hidup.
Semakin dewasa, semakin memasuki jenjang-jenjang kehidupan baru.

Semakin dewasa, semakin banyak mengenal orang, semakin tahu mana yang baik dan tidak, semakin tahu pribadi mereka-mereka.
Saya benci pada mereka-mereka yang lebih memekakkan telinga dari pada melihat nyata. Saya benci pada mereka-mereka yang sibuk berkoar-koar bicara tapi tidak tahu apinya bisa membakar yang lainnya. Saya benci pada mereka yang terlalu sibuk memikirkan orang lain.Saya bukan orang yang senang berfikiran negatif. Saya selalu berusaha melihat segala sesuatu dari sisi positifnya.
Alasan di setiap tindak tanduk yang mereka buat.
Apakah berdampak baik atau buruk, berdampak makian atau pujian,
tapi saya yakin mereka punya alasan. 
Tapi terkadang alasan itu yang tidak pernah orang-orang (MAU) tahu. 
Mereka hanya bergosip tanpa berfikir untuk apa otak, hati, mata, telinga dan mulut diciptakan.
Toh jika itu buruk hasilnya, masalahkah untuk kalian? tidak kan? Biar itu menjadi masalah mereka masing-masing.
Setiap apa yang saya dengar dan saya lihat, saya tidak mau ambil pusing.
Saya bebaskan mereka berpidato masing-masing, dan saya hanya mendengarkan. Kecuali jika sudah menyangkut pautkan orang-orang yang saya sayangi, saya mungkin akan sebrutal menutup mulut mereka. 
Saya tidak merasa saya orang tua mereka, saya tidak merasa dimintai uang oleh mereka. 
Saya tidak mau banyak peduli dengan mereka.
Biarpun kita hidup beradaptasi dan memasyarakat, tapi itu bukan kunci utama untuk kita bisa ikut campur atau menjelek-jelekan orang lain. Mereka juga punya HAK hidup, hak untuk memilih hidupnya, dan yang pasti buatku, mereka PASTI PUNYA ALASAN.lebih baik urusin hidup kita. 
Kita hidup cuma sekali. 
Tidak seharusnya juga mencampuri orang lain, hidup kita juga belum tentu sebaik mereka. 
Tersenyumlah kepada mereka yang masih belum memahami itu :)

Menurut saya, setiap orang punya alasan.