aku selalu jatuh cinta pada kalian
sepasang kekasih di tengah cerahnya pagi dan sore hari
buatku kalian adalah sahabat terbaik
pengubah aura dan penambah energi
juga salah satu alasanku untuk selalu mencoba merasakan bahagia dan bersyukur atas nafas kehidupan yang diberikan oleh Sang Maha Segalanya
kalian selalu tau caranya..
entah terapi apa yang kalian beri atau ilmu apa yang kalian pelajari
sampai aku tidak pernah untuk tidak menikmatinya
kalian selalu terlihat mempesona ketika bergandengan menyapaku
kamu datang bergerombol, menerpa kulitku perlahan dan lembut menyisir celah rambutku
bahkan kamu sering sekali bermain dengan pakaian yang kukenakan
diam-diam ingin mengintip
kemudian yang datang bersamamu mulai memberi kehangatan dari sinar lembutnya..
memperbaiki emosi yang memuncak dan memaksaku untuk tersenyum simpul karena ulahmu
sesederhana itulah mencintai hembusan angin dan paparan mentari di daerah yogyakarta ini tanpa adanya kedua orang tua ku :)
terimakasih telah menemaniku dengan energi positif yang kalian punya :)
terimakasih telah menemaniku dengan energi positif yang kalian punya :)
30 september
- 1 september 2013
untuk malam
bersama teman-teman itu mengherankan seakan kehilangan dan menemuka hal baru ..
kehilangan
seorang mama dan papa di malam itu seakan benar-benar tak ada yang melindungi ditambah lagi bumbu hujan
dan semilir dinginnya AC didalam kendaraan panjang ini, yang semakin membuat kehilangan itu bertambah parah.
namun di
balik kehilangan ini aku menemukan hal baru, hal tentang kebersamaan bersama
teman-teman.
seandainya
memory kameraku ini cukup menampung semua gambar indah.
karena tak
mungkin aku mendapat perasaan yang sama.
saat bintang
berkelip menemani malam ini atau saat tingkah kegilaan seorang lelaki yang
mempunyai tingkat ke-pd-an yang berlebih, tindakan itu nyaris memberontakan semua tawa
didalam kendaraan panjang ini, ntah dia berdiri di antara badan kendaraan atau kepala
kendaraan, ntahlah..
andai dapat
kujepret gambar ini, situasi yang tidak pernah dapat terulang untuk ke-2 kalinya.
atau saat
kesunyian yang terjadi katika semuanya telah asik bermain didalam alam mimpinya.
Atau ketika mentari pagi yang mempunyai beribu cahaya abadi yang tak pernah tidak menyinari.
cahaya pagi kali
ini yang kulihat dikota
berbeda.
berjam waktu
terlewati akhirnya terpijak kaki-ku di depan gereja yang tak ku kenali
namanya..
aku tak
pernah sedikitpun
berfikir tentang ini, tentang hal "mempunyai orang tua atau keluarga
baru".
akhirnya di
antara banyaknya orang tua aku menemukan seorang ibu, dari jauh pun aku tau dia itu ibu yang baik dan
itu benar terjadi ketika ku
berkenalan dan tahu bahwa ibu itulah yang menjadi ibu angkatku untuk
beberapa hari ini.
sesampainya
dirumah ibu itu, benar-benar aku igin kembali kerumah..
aku rindu
mama..
ntahlah, aku
benar-benar memikirkannya..
seakan saat
ini aku mengerti tanpa mama, tanpa papa, tanpa kakak dan tanpa sodara bagaimana
rasanya.
walau dalam
satu hari itu menyakitkan.
walau aku
mempunyai beribu keluarga yang menyayangiku tapi rumahlah tempat yang membuatku
merasa nyaman..
aku salah
tempo hari
yang selalu marah kepada mama..
aku salah
selalu tiba-tiba kesal padanya dan sekarang aku amat merindukannya..
aku takut
waktu berhenti seketika dan aku tak bisa melihatnya lagi..
aku
menyesal, dengan semua tindakan dan perkataanku..
Tuhan, jika
waktu memperbolehkanku berada duduk di tengah-tengah mereka aku janji akan
merubah sikapku secara perlahan-lahan.
2-oktober-2013
selamat sore
yogyakarta..
terimakasih
Tuhan untuk hari ini, hari penuh makna dari awal hingga saat ini..
rasanya
pasti konyol jika mama tau aku mencuci pakaian sendiri =)) yang utama bukan
bangga tapi cekakak-cekikik hingga lelah..
hari ini aku
semakin mengenal keluarga baruku dan si solmet 3 malam - 4 hari ini =)).
rasa panas
yang bukan main ini semakin memuncak ketika bertemu Bu Ani.. *hehehe DAMAI BU
:D*
nah.. saat
ini aku membagikan sembako ke tempat-tempat yang kurang beruntung yang sudah
dipilih oleh bapak angkatku..
jalan yang berliku dan tanjakan atau bahkan turunan ini
menemani setiap langkahku yang jelas semakin jelas bertambahnya kelelahan ini.
rasa lelah
dan panas ini yang semakin memuncak seakan hilang ketika bertemu nenek dan kakek yang sudah menua
tanpa adanya anak-anak yang menjaganya..
seakan
berdosa jika aku tetap mempertahankan kelelahan ini tanpa adanya satitik
senyuman penuh arti untuknya..
aku bahagia,
sedikitnya kata untuk menutup kisahku hari ini.
3 – oktober – 2013
Selamat siang Yogyakarta..
Terimakasih atas nafas kehidupan yang telah Kau berikan
kepadaku, Tuhan..
Terimakasih atas hembusan angin yang boleh kunikmati di
desa ini untuk terakhir sebelum kakiku beranjak
meninggalkan desa ini, tiupan angin yang Kau tiupkan kepadaku dibawah
teriknya matahari ini sungguh memberikan kenikmatan yang berbeda apalagi ini
hari terakhirku..
Untuk hari ini bertambah lagi pengalamanku yang mungkin
tak pernah ku temukan di kehidupanku..
Mulanya aku berfikir tentang tak beruntungnya hidupku
berada di sekolah ini, namun seketika semua itu berubah saat kaki ku berpijak
di depan bangunan yang berbeda dari pemikiranku, sebuah bangunan sekolah.
Dari tempat ini aku lagi-lagi mengerti apa itu
kesederhanaan, sebuah pengorbanan dan kasih seorang guru untuk kesuksesan
murid-muridnya yang jika di pikir-pikir untuk apa? Toh ia tak pernah di beri
segenggam emas untuk jasa yang begitu besar atau diberi sebuah rumah yang megah,
tapi ia menjalaninya dengan keikhlasan yang didampingi oleh kasih.
Aku malu ketika tahu kenyataan ini, aku malu karena
selalu bandel dan menganggap teguran-teguran guru itu seperti obat yang pahit
di paksakan masuk kedalam mulut yang menjelajahi tenggorokan dan itu jelas
bukan KASIH! Menurutku, Itu seperti setan yang mencekokan obat pahit padahal
ini semua dilandasi kasih, mereka semua ingin aku menjadi anak yang lebih baik
kedepannya untuk bisa menata hidupku dan kemudian sukses.
Jelas ini aku salah memandang mereka seperti itu, ini
sebuah pengakuan dan curahan hati yang benar-benar aku rasakan.
Dan aku sebenarnya lebih beruntung dari mereka tetapi aku
lah orang yang selalu mengeluh. Aku sadar itu. Dan perubahan sudah menantiku.
4 – oktober – 2013
INI HARI TERAKHIR!
Puncak kesedihan itu datang ketika aku berpamitan
kepada Ibu, Bapak, Mas Lanang, Mba Detha, Mba Mira dan si ade yang tak pernah
aku sebut namanya itu, apa lagi ketika ade bilang “mba-e mau kemana?” semakin
tak ingin aku pulang. Aku akan merindukan kepanasan dan tawon yang menemani ku
di malam

Tidak ada komentar:
Posting Komentar