Selasa, 08 Oktober 2013

LIVE IN


aku mencintai kalian berdua

aku selalu jatuh cinta pada kalian 
sepasang kekasih di tengah cerahnya pagi dan sore hari
buatku kalian adalah sahabat terbaik
pengubah aura dan penambah energi
juga salah satu alasanku untuk selalu mencoba merasakan bahagia dan bersyukur atas nafas kehidupan yang diberikan oleh Sang Maha Segalanya 

kalian selalu tau caranya..
entah terapi apa yang kalian beri atau ilmu apa yang kalian pelajari 
sampai aku tidak pernah untuk tidak menikmatinya 
kalian selalu terlihat mempesona ketika bergandengan menyapaku 

kamu datang bergerombol, menerpa kulitku perlahan dan lembut menyisir celah rambutku
 bahkan kamu sering sekali bermain dengan pakaian yang kukenakan
diam-diam ingin mengintip 
kemudian yang datang bersamamu mulai memberi kehangatan dari sinar lembutnya..
memperbaiki emosi yang memuncak dan memaksaku untuk tersenyum simpul karena ulahmu

sesederhana itulah mencintai hembusan angin dan paparan mentari di daerah yogyakarta ini tanpa adanya kedua orang tua ku :)
terimakasih  telah menemaniku dengan energi positif yang kalian punya :) 





30 september - 1 september 2013

untuk malam bersama teman-teman itu mengherankan seakan kehilangan dan menemuka hal baru ..
kehilangan seorang mama dan papa di malam itu seakan benar-benar tak ada yang melindungi ditambah lagi bumbu hujan dan semilir dinginnya AC didalam kendaraan panjang ini, yang semakin membuat kehilangan itu bertambah parah.
namun di balik kehilangan ini aku menemukan hal baru, hal tentang kebersamaan bersama teman-teman. 
seandainya memory kameraku ini cukup menampung semua gambar indah. 
karena tak mungkin aku mendapat perasaan yang sama.
saat bintang berkelip menemani malam ini atau saat tingkah kegilaan seorang lelaki yang mempunyai tingkat ke-pd-an yang berlebih, tindakan itu nyaris memberontakan semua tawa didalam kendaraan panjang ini, ntah dia berdiri di  antara badan kendaraan atau kepala kendaraan, ntahlah..
andai dapat kujepret gambar ini, situasi yang tidak pernah dapat terulang untuk ke-2 kalinya.
atau saat kesunyian yang terjadi katika semuanya telah asik bermain didalam alam mimpinya.
Atau ketika mentari pagi yang mempunyai beribu cahaya abadi yang tak pernah tidak menyinari.
cahaya pagi kali ini yang kulihat dikota berbeda. 
berjam waktu terlewati akhirnya terpijak kaki-ku di depan gereja yang tak ku kenali namanya..
aku tak pernah sedikitpun berfikir tentang ini, tentang hal "mempunyai orang tua atau keluarga baru".
akhirnya di antara banyaknya orang tua aku menemukan seorang ibu, dari jauh pun aku tau dia itu ibu yang baik dan itu benar terjadi ketika ku  berkenalan dan tahu bahwa ibu itulah yang menjadi ibu angkatku untuk beberapa hari ini.
sesampainya dirumah ibu itu, benar-benar aku igin kembali kerumah..
aku rindu mama..
ntahlah, aku benar-benar memikirkannya.. 
seakan saat ini aku mengerti tanpa mama, tanpa papa, tanpa kakak dan tanpa sodara bagaimana rasanya.
walau dalam satu hari itu menyakitkan. 
walau aku mempunyai beribu keluarga yang menyayangiku tapi rumahlah tempat yang membuatku merasa nyaman.. 
aku salah tempo hari yang selalu marah kepada mama.. 
aku salah selalu tiba-tiba kesal padanya dan sekarang aku amat merindukannya..
aku takut waktu berhenti seketika dan aku tak bisa melihatnya lagi..
aku menyesal, dengan semua tindakan dan perkataanku..
Tuhan, jika waktu memperbolehkanku berada duduk di tengah-tengah mereka aku janji akan merubah sikapku secara perlahan-lahan.

2-oktober-2013


selamat sore yogyakarta..
terimakasih Tuhan untuk hari ini, hari penuh makna dari awal hingga saat ini..
rasanya pasti konyol jika mama tau aku mencuci pakaian sendiri =)) yang utama bukan bangga tapi cekakak-cekikik hingga lelah..
hari ini aku semakin mengenal keluarga baruku dan si solmet 3 malam - 4 hari ini =)).
rasa panas yang bukan main ini semakin memuncak ketika bertemu Bu Ani.. *hehehe DAMAI BU :D*
nah.. saat ini aku membagikan sembako ke tempat-tempat yang kurang beruntung yang sudah dipilih oleh bapak angkatku..
jalan yang berliku dan tanjakan atau bahkan turunan ini menemani setiap langkahku yang jelas semakin jelas bertambahnya kelelahan ini.
rasa lelah dan panas ini yang semakin memuncak seakan hilang ketika bertemu nenek dan kakek yang sudah menua tanpa adanya anak-anak yang menjaganya..
seakan berdosa jika aku tetap mempertahankan kelelahan ini tanpa adanya satitik senyuman penuh arti untuknya..

aku bahagia, sedikitnya kata untuk menutup kisahku hari ini.


3 – oktober – 2013


Selamat siang Yogyakarta..
Terimakasih atas nafas kehidupan yang telah Kau berikan kepadaku, Tuhan..
Terimakasih atas hembusan angin yang boleh kunikmati di desa ini untuk terakhir sebelum kakiku beranjak  meninggalkan desa ini, tiupan angin yang Kau tiupkan kepadaku dibawah teriknya matahari ini sungguh memberikan kenikmatan yang berbeda apalagi ini hari terakhirku..
Untuk hari ini bertambah lagi pengalamanku yang mungkin tak pernah ku temukan di kehidupanku..
Mulanya aku berfikir tentang tak beruntungnya hidupku berada di sekolah ini, namun seketika semua itu berubah saat kaki ku berpijak di depan bangunan yang berbeda dari pemikiranku, sebuah bangunan sekolah.
Dari tempat ini aku lagi-lagi mengerti apa itu kesederhanaan, sebuah pengorbanan dan kasih seorang guru untuk kesuksesan murid-muridnya yang jika di pikir-pikir untuk apa? Toh ia tak pernah di beri segenggam emas untuk jasa yang begitu besar atau diberi sebuah rumah yang megah, tapi ia menjalaninya dengan keikhlasan yang didampingi oleh kasih.
Aku malu ketika tahu kenyataan ini, aku malu karena selalu bandel dan menganggap teguran-teguran guru itu seperti obat yang pahit di paksakan masuk kedalam mulut yang menjelajahi tenggorokan dan itu jelas bukan KASIH! Menurutku, Itu seperti setan yang mencekokan obat pahit padahal ini semua dilandasi kasih, mereka semua ingin aku menjadi anak yang lebih baik kedepannya untuk bisa menata hidupku dan kemudian sukses.
Jelas ini aku salah memandang mereka seperti itu, ini sebuah pengakuan dan curahan hati yang benar-benar aku rasakan.
Dan aku sebenarnya lebih beruntung dari mereka tetapi aku lah orang yang selalu mengeluh. Aku sadar itu. Dan perubahan sudah menantiku.


4 – oktober – 2013


INI HARI TERAKHIR!

Puncak kesedihan itu datang ketika aku berpamitan kepada Ibu, Bapak, Mas Lanang, Mba Detha, Mba Mira dan si ade yang tak pernah aku sebut namanya itu, apa lagi ketika ade bilang “mba-e mau kemana?” semakin tak ingin aku pulang. Aku akan merindukan kepanasan dan tawon yang menemani ku di malam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar