Jumat, 01 Maret 2013

Kadang


KADANG, kita mencintai seseorang begitu rupa sampai tak menyisakan tempat bagi yang lain.

“apa kau tak menyesal mencintai lelaki itu?” tanya seorang sahabatnya yang membuatnya terkejut

“hah? Apa maksudmu?” jawab gadis itu kebingungan

“apa kau tak menyesal mencintai lelaki itu?” tanya ulang sahabatnya.
Ia diam .. berfikr.. lalu menjawab,

“bukankah memang begitu  cintai seharusnya?” ucap dia “memberikan senyuman untuk dia yang kita cinta meski diam-diam menumpuk sedih sangat banyak di dalam hati.” Jawabnya lanjut.

“jadi kau benar-benar tak menyesalinya?” tanya sahabatnya lagi

“aku tak pernah sedikitpun menyesali apa yang ku lakukan, apalagi menyesali untuk mencintai dia.. kurasa itu tak ada dalam catatan hidupku.”

“oooh.. mengapa kau terlalu bodoh? Apa kau tak sadar ini semua tindakan bodoh? Kau mencintai dia ! lelaki itu ! yang tak pernah sadar bahwa kau mencintainya bahkan tak pernah sedikitpun mencari keberadaanmu atau sedikit peka terhadap tingkahmu, sadarlah !” jawab sahabatnya dengan nada membentak nyaris memamerkan kekesalannya.

“aku tahu itu.. tapi ya memang itu lah resiko ku sebagai seseorang yang mencintainya diam-diam” ucapnya santai

Ya.. seperti itulah dia (seorang perempuan aneh yang menyukai lelaki itu, mungkin sudah kedalam tahap mencintai). Yang diam-diam mencintai lelaki itu, lelaki dingin yang dinginnya seperti  batu es beku yang disimpan di dalam kulkas selama 1 tahun,  lelaki yang mempunya prinsip ‘untuk apa mengejar? Jika saya suka pun saya diamkan saja perasaan itu, seiring berjalannya waktu pun akan mengilang perasaan itu’ (prinsip yang benar” aneh) , lelaki yang keras dan beremosional tinggi, dan masih banyak lagi keanehan dalam lelaki itu yang dipandang dia sebagai kelebihannya..

Hahahaha... aneh bukan?

Ya .. begitulah dia,.

Dia tetap mencintai lelaki itu walaupun dia tahu bahwa lelaki itu tak sedikitpun membalas perasaannya itu, dan yang lebih menyakitkan dia tahu bahwa lelaki itu menyukai perempuan lain. Sedikitpun dia tak berniat menyesali atau berhenti mencintai lelaki itu.
Apa benar ini yang dinamakan cinta ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar